Siapa yang tidak suka dengan makanan manis? Mungkin banyak di antara Anda yang tidak bisa menolak ketika ditawarkan berbagai macam makanan yang manis seperti cake, coklat, smoothies, es krim, dan sebagainya. Gula sendiri memang punya peran penting untuk kesehatan antara lain adalah sebagai sumber energi, meningkatkan tekanan darah yang seimbang, meningkatkan fungsi otak, hingga baik untuk mencegah dan mengontrol depresi. Namun terlalu banyak gula tentunya juga bisa berbahaya, salah satu resikonya adalah penyakit diabetes atau kencing manis. Perhatikan konsumsi gula Anda apabila sudah mengalami gejala atau hal-hal di bawah ini.
1. Masalah pada kulit
Coba perhatikan wajah Anda di cermin. Sudahkan muncul garis-garis halus atau tanda-tanda penuaan halus yang seharusnya belum muncul sampai beberapa tahun mendatang? Atau Anda punya masalah jerawat pada bagian area rahang yang tidak kunjung sembuh? Konsumsi gula berlebihan dalam jangka waktu panjang bisa merusak kandungan protein pada kulit, dan juga kolagen dan elastin. Efeknya adalah tanda penuaan dini yang muncul dan juga jerawat pada bagian rahang.
2. Tidak bisa berhenti makan
Anda mungkin pernah atau bahkan sering mengalami hal ini. Setiap ngemil makanan yang manis, rasanya tidak bisa berhenti dan terus menerus ingin makan lagi dan lagi. Hal ini disebabkan karena otak melepaskan hormon dopamine, hormon yang sama ketika seseorang mengonsumsi obat-obatan penenang atau narkotika. Hormon ini memberikan efek bahagia pada diri Anda sehingga otak akan terus minta untuk disupply makanan atau zat yang bisa merangsang untuk melepaskan hormon tersebut.
3. Kekurangan energi
Gula memang merupakan sumber energi bagi tubuh, namun tubuh yang mendapat porsi gula yang tinggi akan cepat mengalami kelelahan. Begitu tubuh mendapatkan gula yang tinggi, tubuh mendapatkan asupan energi yang menyebabkan orang jadi lebih aktif, biasanya disebut dengan sugar high atau sugar rush. Namun setelah energinya habis, tubuh akan secara insting minta disupply gula lebih banyak yang apabila tidak dipenuhi tubuh akan kehilangan energi boosternya.
4. Perut jadi kembung Gula adalah makanan yang paling disukai oleh bakteri yang bisa menyebabkan produksi gas di perut jadi lebih banyak. Pertumbuhan bakteri di pencernaan yang banyak mengandung gula bisa mengaktifkan proses fermentasi dari makanan yang belum dicerna sehingga perut pun terasa kembung karena gas yang diproduksi. Karena kandungan gas yang tinggi, maka pencernaan Anda bisa jadi terasa sakit dan kembung.
5. Sistem imun yang menurun
Jika Anda gampang sakit mungkin sebaiknya mengurangi makanan yang manis-manis. Hal ini karena gula menyebabkan pertumbuhan bakteri jahat lebih subur dibandingkan pertumbuhan bakteri yang baik. Padahal 70% sistem kekebalan tubuh manusia terletak di area perutnya.
6. Susah tidur atau insomnia
Seperti sudah disebutkan sebelumnya, mengonsumsi banyak gula menyebabkan tubuh Anda mendapatkan energi booster dan memproduksi hormon yang bisa memberikan efek bahagia. Apabila hal ini terjadi di saat tubuh Anda seharusnya istirahat, tentunya waktu dan kualitas istirahat yang Anda dapatkan jadi tidak maksimal.
7. Penambahan berat badan
Glukosa adalah sumber energi paling utama bagi tubuh kita. Namun glukosa tidak digunakan secara langsung sebagai sumber energi melainkan disimpan di hati, otot, atau disimpan sebagai lemak terutama di area tengah badan. Penyimpanan glukosa sebagai cadangan energi ini akan berguna apabila Anda melakukan banyak aktivitas fisik. Namun jika melihat gaya hidup modern saat ini, akan terjadi penyimpanan glukosa atau lemak yang lebih banyak jika dibandingkan dengan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan.
Comments
Post a Comment